Yayasan Agung Jaya Mandiri (YAJM) secara aktif menunjukkan kepeduliannya terhadap potensi ekonomi lokal melalui program pendampingan bagi petani garam di Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Karangasem. Inisiatif ini berfokus pada upaya meningkatkan serta membantu pemasaran produk garam tradisional yang dihasilkan oleh para petani setempat. Dengan langkah konkret ini, yayasan berharap dapat memberikan solusi nyata bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir di wilayah Karangasem, Bali.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2024 ini merupakan bentuk implementasi dari misi yayasan dalam membangun ekonomi rakyat melalui pendekatan socio-preneur. YAJM menyadari bahwa petani garam di Desa Baturinggit memiliki produk yang berkualitas namun seringkali terkendala dalam akses pasar yang lebih luas. Melalui strategi hilirisasi, yayasan berupaya meningkatkan nilai tambah produk agar hasil jerih payah para petani dapat terserap dengan harga yang lebih kompetitif.
Pendampingan yang diberikan mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen usaha hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pemasaran. Yayasan Agung Jaya Mandiri juga berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan guna memberikan dukungan finansial dan pelatihan yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM, termasuk petani garam. Hal ini sejalan dengan komitmen yayasan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada potensi lokal.
Selain aspek pemasaran, yayasan juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan kelautan melalui penerapan inovasi yang relevan. Dengan memperkuat sektor ini, diharapkan tercipta lebih banyak lapangan kerja baru yang dapat mengurangi angka pengangguran di daerah tersebut. Sinergi antara kearifan lokal dalam pembuatan garam dengan manajemen modern menjadi kunci utama yang didorong oleh yayasan dalam program ini.
Melalui program pendampingan di Desa Baturinggit, Yayasan Agung Jaya Mandiri terus berupaya menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Bali. Upaya kolektif ini diharapkan tidak hanya membantu petani garam secara finansial, tetapi juga memperkuat karakter kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi daerahnya. Dengan demikian, visi yayasan untuk mewujudkan masyarakat yang berdaulat, sejahtera, dan mandiri dapat tercapai secara bertahap.

Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.